Inta
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN) per per 31 Januari 2022.

Kantor OJK

OJK Cabut Izin Intan Baruprana Finance, Saham IBFN Malah Naik 4,3 Persen
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha emiten pembiayaan (leasing) PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN) pada 31 Januari 2022.

BEI Tegur BTEL, CMPP, AISA, ABBA, hingga GIAA yang Masuk Jajaran 33 Emiten Bermodal Minus
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan notasi khusus kepada 33 emiten yang memiliki modal minus alias ekuitas negatif pada laporan keuangan terakhirnya. 33 emiten tersebut mendapatkan notasi khusus “E”.