Harga Emas Hari Ini
Direktur Investasi PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) Devin Wirawan, Direktur Keuangan SRTG Lany D. Wong, Presiden Direktur SRTG Michael William P. Soeryadjaya, Presiden Komisaris SRTG Edwin Soeryadjaya, Komisaris Independen SRTG Sidharta Utama, Komisaris Independen SRTG Anangga W. Roosdiono, dan Komisaris SRTG Indra Cahya Uno dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) yang digelar di Jakarta, 16 Mei 2024. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia

Daftar Perusahaan Penyumbang Dividen Terbesar Saratoga (SRTG)

Perusahaan batu bara berkode ticker ADRO ini berhasil meningkatkan hampir empat kali lipat setoran dividen ke SRTG. Jika tahun 2023 ADRO ‘hanya’ menyumbang Rp517,85 miliar, maka tahun 2024 nilainya melonjak jadi Rp1,96 triliun.
Direktur Investasi PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) Devin Wirawan, Direktur Keuangan SRTG Lany D. Wong, Presiden Direktur SRTG Michael William P. Soeryadjaya, Presiden Komisaris SRTG Edwin Soeryadjaya, Komisaris Independen SRTG Sidharta Utama, Komisaris Independen SRTG Anangga W. Roosdiono, dan Komisaris SRTG Indra Cahya Uno dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) yang digelar di Jakarta, 16 Mei 2024. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia

Saham Saratoga (SRTG) Melambung 16 Persen, Efek ADRO?

Berdasarkan data RTI Business, pada sekitar pukul 10.43 WIB, saham Saratoga tercatat di level Rp2.670 per saham, naik 16,09%. Saham ini diperdagangkan dengan frekuensi sebanyak 10.386 kali, dengan total volume 66,82 juta lembar dan nilai transaksi mencapai Rp176,9 miliar.
<p>Konglomerat Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai pemilik perusahaan investasi PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) / Facebook @SandiSUno</p>

Saham Saratoga Menyala! Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno Cuan Rp2 Triliun dalam Seminggu

Jika ditotal, potential gain keduanya mencapai Rp2,17 dalam seminggu terakhir.
Waskita Karya

Waskita Karya (WSKT) Digugat Bos Saratoga Soal Proyek Kedubes India

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) digugat sejumlah elemen masyarakat terkait pembangunan kantor Kedutaan Besar (Kedubes) India. Proyek itu ditengarai belum dilengkapi analisis dampak lingkungan (amdal) dan izin lingkungan. Sidang perdana gugatan tersebut bakal digelar 3 Juli 2024.